Perayaan Hari Cheng Beng

Perayaan Hari Cheng BengPerayaan Hari Cheng Beng disebut juga dengan perayaan Qing Ming merupakan tradisi etnis Tionghoa bersembahyang dan ziarah kubur para leluhurnya. Biasanya tradisi ini dilakukan setiap satu tahun sekali. Tradisi ini biasannya bersamaan dengan pemeluk agama Kristen untuk membersihkan dan meletakkan bunga di makam orang tua karena bertepatan dengan hari Paskah.

Bagi masyarakat Tionghoa biasanya selain bersembahyang, para keturunan yang masih hidup harus membersihkan kuburan leleuhurnya, jika sudah rusak harus diperbaiki, jika cat nya sudah luntur harus di cet kembali. Agar makam tetap terlihat terawat oleh keturunannya. Saat ziarah masyarat Tionghoa akan membawa beberapa makanan kesukaan mendiang , kue-kue, buah-buahan dan karangan bunga. Pada umumnya masyarakat Tionghua juga melakukan pembakaraan uang kertas  baik berupa kertas perak (gin cua) maupun kertas emas (kim cua). Ada juga yang membakar baju dari kertas dan masih banyak perlengkapan lain dari kertas untuk upacara sembahyang kepada para leluhur dan arwah-arwah orang yang sudah meninggal dunia. Mereka yang mempercayai tradisi ini beranggapan bahwa dengan membakar kertas emas dan perak itu berarti mereka telah memberikan kepingan uang emas dan uang perak kepada para dewa, orang tua yang sudah tiada dan leluhur mereka sebagaimana diketahui kepingan emas dan perak adalah mata uang yang berlaku pada zaman Tiongkok kuno.

Tujuan tradisi Cheng Beng ini para kerabat, saudara sedarah dan sanak famili bisa saling kenal dan berkumpul bersama dan mempererat tali kekeluargaan diantara kerabat keluarga lainnya. Bagi yang sudah merantau akan pulang kekampung halaman untuk ikut merayakan tradisi ini. Tradisi ini tetap dilakukan meskipun dalam satu keluarga tersebut sudah berbeda agama. Inilah indahnya tradisi etnis Tionghoa yang mampu menjaga hubungan keluarga besar dalam sebuah tradisi.Walaupun berbeda agama dan kepercayaan, tradisi Cheng Beng ini tetap dilaksanakan sebagai sebuah bentuk pernghormatan kepada orang tua yang sudah tiada. Jangan beranggapan bahwa tradisi ini adalah penyembahan berhala. Tradisi ini merupakan penghormatan kepada orang tua yang sudah tiada.

You May Also Like