Menyebar Kertas dan Membersihkan Kuburan di Hari Cheng Beng

Menyebar Kertas dan Membersihkan Kuburan di Hari Cheng Beng

Menyebar Kertas dan Membersihkan Kuburan di Hari Cheng Beng merupakan sebuah Tradisi yang dilakukan pada Hari Cheng Beng. Konon menurut cerita rakyat masyarakat Tionghoa, asal mula dari ziarah kubur atau Cheng Beng ini berawal dari zaman kekaisaran Zhu Yuan Zhang, pendiri Dinasti Ming (1368-1644 M). Zhu Yuanzhang awalnya berasal dari sebuah keluarga yang sangat miskin. Karena itu dalam membesarkan dan mendidik Zhu Yuan Zhang, orang tuanya meminta bantuan kepada sebuah kuil. Ketika dewasa, Zhu Yuan Zhang memutuskan untuk bergabung dengan pemberontakan Sorban Merah, sebuah kelompok pemberontakan anti Dinasti Yuan (Mongol).

Menyebar Kertas dan Membersihkan Kuburan di Hari Cheng Beng

Berkat kepintaran dari Zhu Yuan Zhang maka dalam waktu singkat Zhu Yuan Zhang telah mendapat posisi penting dalam kelompok tersebut.  Sehingga berencana untuk kemudian menaklukkan Dinasti Yuan (1271-1368 M), sampai akhirnya Zhu Yuan Zhang dapat menjadi seorang kaisar. Setelah menjadi kaisar, Zhu Yuan Zhang kembali ke desa untuk menjumpai orang tuanya. Sesampainya di desa ternyata orang tuanya telah meninggal dunia dan tidak diketahui keberadaan makamnya.

Kemudian untuk mengetahui keberadaan makam orang tua nya, maka sebagai seorang kaisar, Zhu Yuan Zhang memberi perintah kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan ziarah dan membersihkan makam leluhur mereka masing-masing pada hari yang telah ditentukan oleh kaisar Zhu Yuan Zhang. Setelah selesai membersihkan makam leluhur mereka dan melakukan ziarah, bagi masyarakat yang sudah selesai maka diperintahkan juga untuk meletakkan kertas kuning di atas masing – masing makam keluarga mereka, kertas emas diletakkan pada atas makam sebagai tanda bahwa makam tersebut telah dibersihkan oleh keluarganya masing-masing.

Setelah semua rakyat selesai melakukan ziarah ke keluarga mereka masing-masing, maka kaisar  Zhu Yuan Zhang memeriksa makam – makam yang ada di desa tersebut dan menemukan makam – makam yang belum dibersihkan oleh keluarganya serta tidak diberi tanda. Kemudian kaisar menziarahi makam – makam tersebut dengan beranggapan bahwa di antara makam – makam tersebut pastilah ada makam orangtua, sanak keluarga, dan leluhur nya. Hal ini kemudian dijadikan tradisi untuk setiap tahunnya hingga sekarang ada yang menggunakan kertas kuning, kertas putih atau ada juga yang meletakkan kertas warna warni dan ditusuk dengan  hio, lilin atau hanya diletakkan batu

You May Also Like