Kesemutan masalah sepeleh atau serius

Kesemutan masalah sepeleh atau serius

Kesemutan masalah sepeleh atau serius
Pernah saat anda duduk dengan kaki bersila tiba-tiba kita merasa kram atau yan sering kita sebut kesemutan. kita pasti sering atau pernah mengalaminya. Dalam ilmu kedokteran disebut dengan parastesia, yuk kita cari tahu tentang kesemutan ini.

* Kesemutan bisa terjadi kalau kita duduk terlalu lama. Indonesia yang kulturnya gemar duduk bersila pasti sering mengalaminya
Hal ini nggak lepas dari kultur kita yang memang suka duduk bersila. Mulai dari ngopi di lesehan, duduk saat kenduri, sampai acara-acara pengajian yang kebanyakan sederhana saja dengan menggelar tikar. Nggak heran kita jadi sering kesemutan. Selain kita, mungkin orang Jepang yang kental tradisi minum tehnya juga sering menggalami yang sama.

* Kesemutan atau Parestesia terjadi ketika tubuh mengalami tekanan sehingga aliran darah terhalang. Jadi nggak ada hubungannya dengan
semut ya
Biasanya kesemutan terjadi di bagian-bagian tubuh yang sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti tangan, kaki, lutut, dan lain sebagainya. Terjepitnya syaraf ini membuat otak kekurangan informasi dan sebaliknya syaraf akan kekurangan suplai oksigen yang diperoleh dari jantung. Terblokirnya komunikasi dua arah ini membuat bagian tubuh kita mengalami “mati rasa”.

* Meski sepele, kesemutan jangan dianggap remeh lho. Karena bisa saja itu tanda kamu mengidap penyakit yang lebih berbahaya
Kesemutan yang berlangsung terus-menerus bisa jadi gejala penyakit berat seperti stroke, diabetes, gangguan hati, gangguan ginjal, hingga kanker. Kalau kesemutan berlangsung kronis dan disertai dengan kelemahan otot, nyeri, dan gatal, itu bisa menjadi tanda penyakit syaraf yang berbahaya.

* Parestesia ada tiga tahapnya: saat tubuh menerima tekanan berat, mati rasa, dan kesemutan. Yang terakhir paling sulit, makin
digerakan makin menggelitik.
Tahap pertama disebut dengan kompresi menggelitik, yaitu ketika tubuh menerima tekanan berat. Tahap ini biasanya terjadi selama empat menit. Di tahap ini kaki atau bagian tubuh terkait mulai terasa pegal. Sekitar 10 menit selanjutnya, adalah tahap mati rasa. Di tahap ini tekanan pada syaraf dan pembuluh darah masih berlangsung, dan bagian tubuh yang bersangkutan mulai terasa kebas. Dicubit-cubit pun tak akan terasa apa-apa.

Terima kasih telah membaca artikel ini. semoga memberi manfaat bagi diri anda dan orang lain.

You May Also Like