Festival Chengbeng di Negeri China

Festival Cheng Beng di China

Festival Chengbeng di Negeri China. Qingming, arti yang jelas dan terang, adalah hari berkabung orang mati. Jatuh  pada awal April setiap tahun. Ini sesuai dengan timbulnya cuaca hangat, awal musim semi untuk membajak, dan acara keluarga.Selain Qingming ada acara Hanshi yang selalu datang satu hari sebelum Qingming. Hanshi secara harafiah artinya makanan dingin.

Orang akan mengunjungi makam leluhur mereka di hari Qingming. Mereka akan membersihkan, mencabut rumput-rumput liar dan menyapu dedaunan pada makam orang tua dan leluhur mereka.

Inilah sebabnya mengapa Qingming juga dikenal sebagai Hari Menyapu Makam. Stasiun kereta bawah tanah Beijing sangat padat pada saat Qingming orang-orang berduyun-duyun ke Babaoshan, pemakaman Beijing yang paling terkenal dan krematorium, untuk memberikan penghormatan kepada orang-orang yang mereka cintai yang telah meninggal.

Di negeri asalnya di Tiongkok, festival Qingming dianggap sebagai libur . Di Tiongkok sendiri festival Qingming diisi dengan berbagai kegiatan seperti membersihkan kuburan leluhur, outing bersama keluarga, dan bermain layang-layang. Bahkan beberapa orang akan menggunakan dahan pohon Willow atau Gandarusa.

Pohon Willow ada yang menyebutnya dengan pohon Dedalu menangis ada juga yang menyebutnya pohon Gandarusa.  Dedalu atau Gandarusa (bahasa Inggris: willow) adalah sekelompok pohon atau semak yang meskipun berkeluarga memiliki ukuran yang berbeda-beda dengan kebiasaan pertumbuhan yang berbeda-beda pula, namun memiliki kesamaan di bidang-bidang lainnya.  Pohon Willow biasanya tumbuh di tepian sungai atau aliran air yang dangkal. Pohon ini bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 30 meter. Pohon Willow memiliki daun yang ramping dengan cabang dan dahan yang panjang serta kurus. Tak ayal pohon Willow dikenal tahan terjangan angin badai.

Festival Cheng Beng di China

Nama latin dari pohon Willow ini adalah Salix Babylonica. Pohon yang tumbuh subur di daratan Tiongkok ini juga tumbuh hingga ke Amerika Utara. Karena keunikan dedauannya yang membentuk seperti atap alami, pada zaman dahulu, pohon Willow ini kerap digunakan bangsa Israel sebagai tempat menggantungkan kecapi. Dalam tradisi Tiongkok pohon Willow ini sangat kuat terhadap berbagai cuaca, bahkan memiliki kandungan obat yang mujarab.

Demikian Informasi Unik Festival Cheng Beng di China