Fakta Tentang Mie Instan

Fakta Tentang Mie Instan

Sangat banyak mahasiswa di indonesia disudah tidak asing lagi dengan yang namanya mie instan. bahkan terkadang Bahkan terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Mie instan setia menemani dikala lapar dini hari atau bahkan penolong disaat akhir bulan. Namun kita juga sering mendengar kabar-kabar negatif tentang mie instan.
berikut fakta-fakta tentang mie instan:

1. Mie instan mengandung zat lilin
Kabar ini yang paling sering kita dengar, bahkan sering dibagikan melalui media sosial. Padahal kenyataannya hanya mitos belaka. Mie instan tidak mengandung zat lilin (wax) sama sekali. Mie instan dapat lengket satu sama lain bukan disebabkan oleh zat lilin namun berasal dari kandungan minyak yang terkandung didalamnya melalui proses deep frying. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan membuat mie tetap awet. Pada proses inilah minyak terserap ke adonan mie dan dikeluarkan saat kita memasaknya.

2. Zat gizi mie instan
Banyak orang beranggapan bahwa air rebusan mie instan yang pertama tidak boleh dijadikan kuah karena terdapat banyak zat kimia didalamnya yang berbahaya bagi tubuh. Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar, bahkan menurut Prof. Dr. F.G. Winarno, justru dalam kuah rebusan mie instan pertama tersebut terdapat zat besi, zinc, vitamin dan betakaroten yang dibutuhkan tubuh. Jadi jika airnya dibuang dan diganti yang baru makan zat gizi dan vitamin yang ada didalamnya akan terbuang dan menjadi sia-sia. Mie instan memang memiliki kandungan gizi, tapi jumlahnya bisa terbilang sedikit. Oleh karena itu, mie instan tidak bisa dimakan sendiri, perlu pelengkap lainnya seperti telur, daging, atau sayuran. Bahkan di bungkus mie instan pun digambarkan mie lengkap dengan lauk dan sayuran pelengkapnya.

3. Memasak mie instan langsung dengan bumbunya
Sering kita dengar kalau memasak Mie instan bersamaan dengan bumbunya berbahaya karena ketika bumbu Mie instan tersebut dipanaskan pada suhu 120 derajat celcius kandungan didalamnya akan membentuk senyawa karsinogen yang dapat memicu kanker. Tapi tenang saja, info tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, pemasakan Mie instan tidaklah sampai pada suhu 120 derajat celcius. Untuk menyantapnya, kita hanya cukup memanaskan mie instan pada suhu air 90 – 100 derajat celcius dalam waktu kurang lebih 5 menit.

4. Mie instan kemasan cup
Sering terpikir oleh kita bahaya penggunaan styrofoam pada makanan yang panas, namun untuk mie instan kemasan cup styrofoam ini dapat dipastikan aman. Styrofoam khusus ini sudah melewati berbagai macam penelitian dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan kementrian lingkungan Jepang. Jadi dapat dipastikan kemasan ini cukup aman.

5. Mie instan Indonesia mendunia
Untuk yang satu ini kita patut bangga terhadap bangsa kita. Salah satu merek mie instan asal Indonesia produksi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu Indomie masuk dalam jajaran 10 merek yang paling banyak dibeli di seluruh dunia tahun 2016. Produk Mie instan terlaris di sunia ini mencapai consumer reach points 1,9 juta. Indomie merupakan produk mie instan nomor satu di
Indonesia dan telah berekspansi ke berbagai belahan dunia.

Walaupun mie instan memiliki banyak variasi rasa yang berbeda-beda, namun mie instan ini sangat lezat dan nikmat, dan Mie instan ini penolong bagi pekerja yang sedang akhir bulan karena harga Mie instan sangat murah dan bisa meganjal di perut. bagi kalian yang ingin mekonsumsi Mie instan sebaiknya jangan terlalu sering untuk dinikmati karena tidak terlalu baik bagi kandungan kesehatan tubuh. selakan dibaca dan semoga bermanfaat bagi kalian semua.