Bercocok Tanam Hidroponik

Bercocok Tanam Hidroponik

Bercocok Tanam Hidroponik
Bercocok Tanam Hidroponik – Hidroponik merupakan teknik penanaman atau bercocok tanam yang media tanamnya bukan menggunakan tanah melainkan air. Sekilas pengertian secara gampang biar bisa dipahami oleh para pembaca.
Proses tanam dengan menggunakan metode ini lebih sehat dan aman dikonsumsi, proses penanam secara hidroponik ini sekarang ini semakin digemari oleh banyak orang, karena teknik penanaman hidroponik ini bisa diaplikasikan ke lahan yang terbatas.
Bagi anda yang memiliki lahan yang kurang subur bisa menggunakan cara bercocok tanam seperti ini untuk meningkatkan hasil produksi, budidaya dengan cara ini lebih ramah lingkungan karena bebas dari bahan berbahaya hebrisida atau petisida.
Cara bercocok tanam hidroponik mengasah ketrampilan anda untuk menyesuaikan dengan lahan yang anda punya dan dapat menggunakan bahan-bahan bekas yang ada di sekitar anda.
ada beberapa metode dalam bercocok tanam hidroponik :
1. Sistem Sumbu (Wick)
sistem ini sangat cocok buat pemula dalam bercocok tanam dengan hidroponik, sistem tidak terlalu banyak memakai lahan. dengan menggunakan sitem ini media tanam yang di gunakan antara lain kerikil, arang sekam, rockwool, sabut kelapa dan media penopang lain yang bukan berasal dari tanah. sistim ini selain sangat mudah juga resiko kegagalan pun sangat kecil.
2. Sistim Irigasi
Sistim tanam yang satu salah cara bercocok tanam hidroponik yang paling sering dipakai oleh para petani di dunia, teknik ini meningkatkan efisiensi pemakain unsur hara. media tanam yang digunakan dalam sistim ini seperti serbuk sabut kelapa, sekam padi
3. Sistim Pasang surut
teknik pasang surut merupakan cara bercocok tanam hidroponik yang menganut sistem kerja dengan membanjiri wadah penampungan berisikan tanaman dengan air yang mengandung unsur hara dan nutrisi selama periode tertentu. media yang digunakan sabut kelapa.
4. Sistim Rakit Apung
sistim ini merupakan teknik tanam hidroponik modern yang mengapung di letakan diatas gabus, dengan cara seoerti ini tanaman akan terus menerima nutrisi tanpa takut kehabisan selama jumlah minimal nutrisi tersedia di dalam kolam.

Apabila Anda baru belajar, maka gunakan metode yang paling sederhana dan tidak memerlukan keahlian tinggi. Semakin sering Anda mencoba, tentu semakin dalam pengetahuan Anda mengenai teknik bercocok tanam hidroponik, dan pada gilirannya Anda bisa melakukan penanaman tanaman dengan metode yang lebih sulit namun hasil pertaniannya juga lebih memuaskan.