Asal Usul Hari Cheng Beng

Asal Usul Hari Cheng Beng atau Qing Ming (Hanzi : 清明) adalah hari untuk etnis tionghoa untuk melakukan ziarah rutin setiap tahunnya ke makam orang tua atau leluhur. Hari Ceng Beng biasanya jatuh pada tanggal 5 April untuk setiap tahunnya. Warga Tionghoa biasanya akan datang ke makam kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya dan sekalian bersembahyang/pai di makam  tersebut sambil membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, serta karangan bunga.

Asal Usul Hari Cheng Beng

Tujuan dari perayaan Ceng Beng ini sendiri adalah agar supaya semua kerabat dekat, saudara, anak-anak, bisa berkumpul bersama sehingga hubungan kekeluargaansemakin erat terjalin. Sehingga kebanyakan orang yang sudah merantau akan pulang saat perayaan untuk melakukan ziarah untuk menghormati leluhur. Walaupun terdapat berbeda agama atau kepercayaan, bukan berarti sudah tidak perlu datang untuk berziarah ke makam orang tua dan leluhur. Jika berpendapat seperti itu artinya Anda salah. Ziarah ke kuburan orang tua dan leluhur tidak berarti Anda melakukan pemujaan terhadap orang yang sudah meninggal atau berhala akan tetapi disini diajarkan untuk kita selalu mengingat orang tua dan leluhur kita walaupun sudah meninggal sangat lama. Karena tanpa orang tua dan leluhur kita tidak mungkin hidup di dunia saat ini.  Luangkanlah waktu karena Ceng Beng hanya setahun sekali. Zairah dapat disesuaikan sesuai dengan keyakinan masing-masing orang.

Ada yang berpendapat juga jika pegang hio/dupa tidak diperbolehkan bagi yang menganut agama tertentu. Hal ini tidak jadi masalah, sebenarnya memegang hio bukan ajaran agama tertentu tetapi merupakan adat Tionghoa, tentunya tidak masalah hanya untuk sekedar pegang hio memberikan penghormatan kepada orang tua atau leluhur. Karena semua agama pasti mengajarkan untuk menghormati orang tua. Tidak hanya orang tua yang masih hidup tetapi yang sudah meninggal pun masih harus kita hormati untuk mengingat kasih sayang mereka kepada kita keturunannya.

Jika terdapat kuburan yang sudah terlihat rusak, akan diperbaiki, di cat ulang kembali bahkan dibangun dan diperindah demi menghormati para leluhurnya. Karena, menjaga nama baik para leluhur merupakan harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Untuk itulah, tradisi Cheng Beng ini diadakan untuk  mengingatkan terus bahwa menjaga nama baik para leluhur merupakan hal yang harus selalu dijunjung dalam kehidupan bermasyarakat.

Demikian Informasi Unik mengenai asal usul Hari Cheng Beng