7 Uang Logam Yang Unik Dan Aneh

7 Uang Yang Unik Dan Aneh

Memahami nilai uang dari waktu ke waktu adalah titik kunci di bidang keuangan – dan waktu telah merubah penilaian manusia terhadap benda-benda. Secara historis, manusia telah menetapkan nilai moneter untuk berbagai benda. Dan meskipun sebagian besar mata uang masa lalu tidak akan praktis digunakan hari ini, namun mereka menjadi pengingat penting dari apa yang telah digunakan manusia untuk alat tukar dan mengapa. Mata uang kuno ada dalam berbagai bentuk, ukuran dan format yang menakjubkan. Dibawah ini ada sepuluh contoh luar biasa yang sangat berbeda dari apa yang kita gunakan saat ini

1.Gigi Dolphin

Yang paling mengganggu dari mata uang kuno mungkin adalah gigi lumba-lumba, yang digunakan di Kepulauan Solomon selama ratusan tahun, sesuai dengan tradisi. Pada tahun 2008 mata uang dolar pulau itu mengalami devaluasi. Penduduk setempat menanggapinya dengan menimbun, yang pada gilirannya menyebabkan kurangnya uang yang beredar dan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Akibatnya, beberapa bagian dari pulau itu kembali ke alat tukar tradisional mereka yaitu gigi lumba-lumba. Hebatnya, gigi lumba-lumba ini nilainya empat kali lipat. Pemburu dolphin setempat, Henry Sukufatu mengatakan kepada The Wall Street Journal, “Uang milik orang kulit putih akan berakhir, tetapi gigi lumba-lumba akan selalu ada untuk kita”

2. Bulu Tupai
Secara historis, bulu-bulu hewan telah memainkan peran penting dalam barter dan perdagangan. Dalam era abad pertengahan, tupai dihargai karena bulu mereka, dan mereka menjadi bentuk mata uang yang diakui di Rusia dan Finlandia. Bahkan di Rusia pembunuhan tupai untuk mata uang mungkin tidak sengaja menyelamatkan sebagian besar penduduk dari wabah pes yang melanda eropa waktu itu. Pada saat itu, Rusia menggunakan bulu tupai sebagai uang kontan, dengan moncong dan cakarnya mewakili perubahan nilai. Bahkan saat ini di sebagian Finlandia bulu tupai masih diterima sebagai mata uang dan memiliki nilai pertukaran moneter. Jadi jika Anda mendengar seseorang mengucapkan kata-kata ” bulu tupai” di Finlandia, Anda tahu bahwa itu artinya uang.

3. Garam

Garam telah menjadi komoditas penting selama ribuan tahun. Garam memainkan peran penting dalam pengembangan peradaban awal dan dirujuk di beberapa tradisi agama besar atau teks. Pada 2200 SM garam digunakan untuk salah satu cara pembayaran pajak yang tercatat paling awal, di masa kaisar Cina Yu the Great. Kemarahan atas pajak garam merupakan salah satu katalis untuk Revolusi Perancis, dan komoditas ini juga memainkan peran penting dalam Perang Saudara Amerika.

4. Merica

Di Yunani Kuno, kelangkaan merica membuat mereka sangat berharga. Kemudian pada abad ke-5, Alaric (Visigoth) dan Attila the Hun, keduanya memerintahkan Roma untuk menyerahkan sejumlah besar lada hitam sebagai tebusan ketika mereka menyerang kota Roma.

Pada Abad Pertengahan, merica telah menjadi bentuk mata uang. Selama abad ke-15, permintaan Eropa untuk lada sangat tinggi sehingga memainkan peran utama dalam penciptaan jalur laut ke wilayah rempah-rempah yang tumbuh di Timur Jauh. Merica saat itu dijuluki “emas hitam” karena begitu mahal sebelum abad ke-19 yang hanya orang-orang yang sangat kaya saja yang bisa membelinya. Dan hari ini lada hitam masih merupakan rempah-rempah yang paling banyak diperdagangkan di dunia.

5. Bata Teh

Mata uang kuno lain yang menarik datang dalam bentuk bata teh. Benda berharga ini dibuat dengan menggabungkan batang tanaman teh dan daun dengan berbagai herba dan juga serpihan kayu. Campuran cetaknya menggunakan darah sapi, dan kadang-kadang juga kotoran digunakan sebagai bahan pengikat. Batu bata teh tradisional menampilkan karakter Cina atau desain yang unik, sedangkan tanda pada bagian belakang batu bata teh besar akan membantu mereka untuk dapat dibagi. Pada abad ke-19 bata teh ini digunakan sebagai mata uang di Cina, dan juga digunakan di Rusia, Tibet, Siberia dan Mongolia. Batu bata ini memiliki nilai. Sebagai contoh, dengan 12 batu bata kita dapat membeli domba, sedangkan 20 bata akan mendapatkan kuda. Di Siberia, batu bata adalah jenis jenis mata uang yang dapat dikonsumsi hingga akhir Perang Dunia II, mereka juga digunakan sebagai obat.

6. Batu Rai

Di pulau Yap di Mikronesia, ukuran itu penting. Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang-orang Yap mungkin telah membuat batu rai mereka sejak sekitar 500 AD. Untuk menghasilkan bentuk yang tidak biasa dari mata uang, Yap yang melakukan perjalanan ke pulau tetangga Palau untuk mendapatkan batu kapur. Mereka membentuk batu hingga menjadi cakram besar dengan lubang dipusatnya. Batu ini kemudian diangkut kembali ke Yap. Beberapa batu diameternya hingga 12 meter dan beratnya lebih dari empat ton. Semakin besar batu, semakin besar resiko membuat dan membawanya kembali ke pulau Yap, dan ini meningkatkan nilai mereka. Tapi begitu mereka sudah digunakan untuk pembayaran, lokasi mereka sering tetap tidak berubah. Bahkan, pertukaran fisik mungkin belum diperlukan, asalkan semua orang tahu batu rai disini atau disana itu milik siapa, itu sudah cukup. Nilai mereka berkurang dengan kedatangan orang Eropa, yang teknologinya cepat meningkatkan produksi. Hari ini, batu rai digunakan dalam ritual tradisional dan tetap menjadi lambang nasional. Citra mereka juga dengan bangga ditampilkan pada pelat nomor Yap.

7. Uang Pisau

Seperti koin mata panah, Uang pisau China kuno adalah gabungan senjata dan mata uang. Seperti mata panah, pisau mungkin merupakan indikator dari sesuatu yang berharga dan penting pada saat itu. Uang pisau ini pertama muncul di Cina sekitar 600 SM, pada masa dinasti Zhou. Sejarawan percaya bahwa koin berbentuk pisau dimodelkan seperti pisau kerik yang digunakan oleh pemburu nomaden di bagian timur dan utara negara itu. Kebanyakan mata pisau bertuliskan angka atau satu kata – misalnya, “domba” atau “ikan” – yang mungkin telah digunakan untuk menandai nilai dari koin tertentu. Setiap bagian uang juga termasuk sebuah prasasti menandakan fakta bahwa itu adalah mata uang resmi. Uang Pisau dibuat dan digunakan selama ratusan tahun, sampai kaisar pertama China, Qin Shi Huang, menghapuskan mata uang itu dan menyatakan bahwa hanya koin melingkar dengan lubang persegi di tengah akan diterima sebagai alat pembayaran yang sah .